Minggu, 12 Mei 2013

Peribahasa Indonesia


Ada gula ada semut.
Orang yang kaya biasanya sering dikunjungi orang.
Disitu ada makanan/uang didatangi oleh orang.

Ada udang di balik batu.
Jika seseorang kelihatannya berbuat baik, belum tentu hatinya tulus. Bisa jadi ia memiliki maksud-maksud tertentu atau tersembunyi.

Air susu dibalas air tuba.Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

Air beriak tanda tak dalam.
Orang yang banyak bicara biasanya bodoh.

Ada uang Abang sayang, tak ada uang Abang melayang.Kalau orang yang dicintai dapat rezeki maka orang tersebut akan dikasihi, dibelai, dimanja, dan kalau rezeki berkurang dan tidak ada penambahan bahkan tidak ada maka orang tersebut tidak lagi dihiraukan.

Apel jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Tingkah anak biasanya tidak menyimpang dari orang tuanya.

Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
Tingkah laku anak meniru tingkah laku orangtuanya.

Air tenang menhanyutkan.
Orang yang diam banyak pengetahuannya.

Bagai bumi dan langit.Dua hal yang mempunyai perbedaan yang sangat jauh.

Bagai burung dalam sangkar.Seseorang yang hilang kebebasannya meskipun dicukupi kebutuhannya.

Bagai telur di ujung tanduk.
Orang yang selalu khawatir.

Besar pasak daripada tiang.
Pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.

Bagai katak dalam tempurung.
Orang yang berpandangan sempit.

Buruk muka cermin dibelah.
Kekurangan diri sendiri ditimpakan pada orang lain.

Bagai pungguk merindukan bulan.
Sesuatu yang pasti tidak mungkin terjadi.

Biduk lalu kiambang bertaut.Perselisihan dua saudara akan cepat selesai bila pembuat renggangnya persahabatan telah pergi.

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga.
Sepandai-pandainya orang menghindar/menyimpan kejahatan suatu waktu akan terungkap juga.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.Memberi itu lebih baik daripada meminta.

Tiada gading yang tak retak.
Tidak ada orang yang sempurna.

Tong kosong berbunyi nyaring.
Orang yang banyak cakap biasanya bodoh.

Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui.
Sekali melakukan pekerjaan, dua tiga pekerjaan terselesaikan.

Sudah jatuh tertimpa tangga.
Orang yang ditimpa kemalangan berturut-turut.

Sambil menyelam minum air.
Menyelesaikan pekerjaan yang satu, pekerjaan lain terselesaikan juga.

Sedia payung sebelum hujan.
Telah siap siaga untuk mengatasi masalah yang akan timbul.

Karena nila setitik, rusak susu sebelangga.
Karena perbuatan jelek/kejahatan yang sedikit dapat menghapus kebaikan yang banyak.

Panas setahun terhapus oleh hujan sehari.Kebaikan yang lama berlangsung, terhapus oleh kejelekan yang hanya sedikit.

Gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak.
Kesalahan diri yang besar tidak diketahui, namun kesalahan orang lain yang kecil pundiketahuinya.

Gajah bertarung dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah.
Jika orang besar/pemimpin berselisih , yang menanggung akibatnya orang kecil pula.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang.
Setiap orang pasti meninggalkan sejarah, baik sejarah yang baik maupun yang buruk.

Cukup sekian artikel peribahasa Indonesia dari saya. Semoga bermanfaat bagi sobat yang membutuhkan. Jika kalian ingin copas sertakan sumbernya ya. Kalau ada waktu, saya akan melanjutkan artikel Peribahasa Indonesia II.

© Copyright wow-teknologi.blogspot.com

2 komentar:

  1. good
    kunjungi www.agoesnet.com

    BalasHapus
  2. Sudah lama kumengenalnya.... terimakasih untuk mengingatkanya kembali,,,

    Happy Blogging

    BalasHapus